Showing posts with label Tutorial Jaringan Komputer. Show all posts
Showing posts with label Tutorial Jaringan Komputer. Show all posts

Monday, June 28, 2010

IP Address

A. IP Address
Ip Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka decimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 172.30.0.0.
Oleh karena protokol IP adalah protokol yang paling bnyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi di dalam jaringan komputer satu dengan yang lainnya.

B. Mengubah Angka Biner ke Desimal
Angka biner adalah angka yang terdiri dari 0 dan 1, dan di sebut juga sebagai bahasa mesin. Setiap angka biner 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binernya, memiliki nilai decimal seperti dibawah ini :

Biner 1 1 1 1 1 1 1 1
Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1

Angka biner 0 tentu memiliki nilai decimal 0 juga. Dengan menjumlahkan nilai-nilai decimal yang berkaitan. Berikut adalah contoh bilangan biner lainnya yang diubah ke decimal.

1 1 0 0 1 0 1 1
128 64 0 0 8 0 2 1 = 203

C. Mengubah Angka Desimal ke Biner
Cara menghitung nilai biner dari desimal yang diketahui adalah dengan metode membagi angka decimal dengan angka 2. Contoh seperti berikut :
  1. 203
203 : 2 = 101 sisa 1
101 : 2 = 50 sisa 1
50 : 2 = 25 sisa 0
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1

Dari pembagian diatas, angka biner adalah angka-angka sisa yang dibaca dari bawah ke atas yaitu : 11001011

D. Kelas IP Address
Telah dijelaskan sebelumnya, IP address terdiri atas 32 bit angka biner, yang dapat ditulis dalam empat kelompok, terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah seperti :
11000000.00010000.00001010.00000001
Atau juga dapat ditulis dalam bentuk empat kelompok angka decimal (0-255) seperti :
192.16.10.1
Atau secara simbolik dapat dituliskan sebagai empat kelompok huruf sebagai berikut :
w.x.y.z
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat dari jaringan, sedangkan host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan. Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada. Ini sama ibaratnya dengan alamat rumah yang terdiri atas nama jalan dan nomor rumah, dimana network ID sebagai nama jalan, dan host ID sebagai nomor rumah.
Dalam contoh berikut, alamat jaringan (network ID) yang sering juga disebut network address adalah 172.30.0.0 yang merupakan nama jalan. Sedangkan alamat lengkap sever dan workstation adalah 172.30.0.1, 172.30.0.2, 172.30.0.3, 172.30.0.4.



Gambar 1.1 Contoh jaringan dengan IP address.
Jumlah kelompok angka yang termasuk network ID dan berapa yang termasuk host ID, bergantung pada kelas dari IP address yang dipakai.untuk mempermudah pemakaiaan bergantung pada kebutuhan si pemakai. Oleh sebab itu IP address dibagi dalam tiga kelas seperti tampak di bawah ini.

Kelas-kelas IP address dengan default subnet mask



Untuk dapat menandai kelas satu dengan kelas yang lainnya, maka dibuat beberapa peraturan sebagai berikut :
1. Oktet pertama dari kelas A harus dimulai dengan angka biner 0.
2. Oktet pertama dari kelas B harus dimulai dengan angka biner 10.
3. Oktet pertama dari kelas C harus dimulai dengan angka biner 110.
Oleh sebab itu, IP address dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka desimal tertentu pada oktet pertama, seperti terlihat di bawah ini :



Beberapa peraturan yang diketahui, yaitu :
1. Angka 127 di oktet pertama digunakan untuk loopback
2. Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.
3. Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.
Selain ketiga kelas A, B, C, sebenarnya ada lagi kelas D dan E yang jarang dipakai. Kelas D dimana oktet pertama dimulai dengan biner 110 dipergunakan untuk alamat-alamat multicast. Sedangkan kelas E dimana oktet pertama dimulai dengan biner 1111 digunakan untuk eksperimentasi.

E. Broadcast
Seperti telah dibahas di atas, bit-bit dari network ID maupun host ID tidak boleh semuanya berupa angka biner 0 atau 1. Apabila network ID dan host ID semuanya berupa angka biner 1, yang dapat ditulis sebagai angka decimal 255.255.255.255, maka alamat ini disebut floaded broadcast.
Jika host ID semua berupa angka biner 0, IP address ini menyatakan alamat network dari jaringan yang bersangkutan. Jika semua angka biner host ID berupa angka biner 1, maka IP address ini ditujukan untuk semua host di dalam jaringan yang bersangkutan, yang dipergunakan untuk mengirim pesan (broadcast) kepada semua hostyang berada didalam jaringan local.

F. Subnetting
Jika seorang pemilik sebuah IP address kelas B misalnya dengan network ID 172.30.0.0 memerlukan lebih dari satu network ID, maka ia harus mengajukan permohonan ke Internic (sebuah badan Internasional yang mengurusi masala IP address) untuk mendapatkan IP address baru. Namun persedian IP address saat ini sangat terbatas karena banyaknya jumlah situs-situs di internet. Untuk mengatasi kesulitan ini dan menghindarkan untuk mengajukan permohonan baru ke Internic, muncullah suatu teknik untuk memperbanyak network ID dari satu network ID yang sudah ada.

Hal ini dinamakan subnetting, dimana sebagian host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat network ID tambahan. Sebagai contoh, perhatikan IP address 172.30.0.0 (10101100.00011110.00000000.00000000) dengan default subnet mask 255.255.0.0 untuk mempelajari cara kerja subnetting. Misalnya sekarang kita ingin memiliki dua network ID dari IP address 172.30.0.0. Mask dua bit teratas dari host ID, dengan menyelubungi (mask) dua bit dari host ID tersebut, maka akan mendapat empat kompinasi yaitu 00, 01, 10, 11 yang dapat dipakai untuk subnet. Perhatikan yang terjadi dengan default subnet mask 255.255.0.0 atau 11111111.11111111.00000000.00000000, setelah dimodifikasi menjadi angka biner 11111111.11111111.11000000.00000000 dimana dua bit teratas dari host ID di selubungi (Mask) untuk menjadi bagian dari network ID. Subnet mask yang baru sekarang menjadi 255.255.192.0. yaitu :256 - 192 = 64
Dengan demikian 4 network ID baru telah dibuat :
1. 172.30.0.0
2. 172.30.64.0
3. 172.30.128.0
4. 172.30.192.0

Perhitungan yang digunakan adalah :
Untuk jumlah network ID yang dapat dibuat yaitu dengan rumus 2n, dimana n adalah jumlah bit yang diselubung (mask). Berikut adalah perhitungannya :
Jumlah network ID : 22 = 4

Untuk jumlah host ID yang dapat dibuat yaitu dengan rumus 2y – 2, dimana y adalah banyaknya binary 0 yang tersisa setelah di mask. Berikut adalah perhtungannya :
Jumlah host ID per subnet : 214 – 2 = 16382
read more...

Wednesday, April 14, 2010

Tips membuat jaringan komputer (LAN/Local Area Network)

Jaringan komputer? emang apa sih jaringan itu? kita sering dengar tapi kadang, yang kita tahu hanya sedikit saja. bisa kita analogikan seperti jaringan di tubuh kita (jaringan sel). di tubuh kita, setiap perangkat yang ada saling terhubung, dengan fungsi untuk saling bekerja sama, walaupun setiap perangkatnya memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Sebuah sistem dikatakan jaringan komputer jika terdapat model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi telah diganti oleh sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Definisi lainnya tentang jaringan komputer adalah Sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.

Manfaat Jaringan Komputer :
1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.

2. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atau lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.

3. Menghemat uang, Komputer berukuran kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetapi, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidak seimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
Langkah-Langkah :

Untuk membuat sebuah jaringan komputer kecil (LAN), ada beberapa peralatan dan bahan yang kita butuhkan seperti :
* Tang Cramping
* Lan Tester
* Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) / Coaxial (jarang digunakan)
* Connector RJ45 / connector kabel coaxial
* switch-hub
* min 2 buah PC (Personal Computer) beserta LAN Card atau NIC (Network Interface Card)

Lalu kita tentukan susunan kabel UTP yang akan kita gunakan sesuai dengan fungsinya. misalkan kalau kita hendak menghubungkan langsung dari PC-PC maka kita gunakan CROSS, kalau kia hubungkan ke switch-hub lebih dulu, PCHUB, maka kita gunakan STRAIGHT. jika kita hendak menghubungkan 2 LAN maka HUB-HUB kita gunakan CROSS, kita juga bisa gunakan STARIGHT jika pada salah satu HUB terdapat port uplink. Untuk memudahkan dalam menghafal susunan kabel, kita bisa gunakan salah satu cara yang saya pakai, yaitu:
STRAIGHT -> OBHC kalau CROSS -> HBOC.

STRAIGHT -> OBHC
O -> putih orange - orange
B -> putih hijau - biru
H -> putih biru - hijau
C -> putih coklat - coklat
CROSS -> HBOC
H -> putih hijau - hijau
B -> putih orange - biru
O -> putih biru - orange
C -> putih coklat - coklat

jika anda memiliki cara yang lain silahkan diterapkan, gak harus seperti diatas. kemudian silahkan setiap ujungnya diujicoba menggunakan lan tester. kalau lampu menyala sesuai yang diharapkan, maka anda telah berhasil dalam proses cramping. silahkan dipasang pada lan card PC anda. Untuk mengatur IP maka yang kita pikirkan adalah berapa no group IP yang digunakan pada LAN anda. biasanya untuk jaringan lokal menggunakan group IP 172.17.X.X, 192.168.X.X 202.168.X.X atau 10.10.X.X. untuk jaringan lokal, minimal yang diatur adalah :
IP address : 192.168.1.2 (misal)
Subnet mask : 255.255.255.0 (misal)
Untuk default gateway dapat anda isi jika anda hendak menghubungkan jaringan lokal anda dengan jaringan luar (baik jaringan lokal lainnya atau internet). untuk DNS server akan anda isi jika anda terhubung dengan internet. DNS server ini tergantung dengan aturan yang ditetapkan oleh provider, Telkom Speedy, dll.

Jika anda sudah mengatur no IP, anda bisa mengecek apakah komputer anda sudah bisa berkomunikasi dengan komputer lainnya, yaitu dengan cara menjalankan perintah ping pada command, seperti ping 192.168.1.3 (perintah ini menghasilkan 4 kali respon), agar terus-menerus memberikan respon kita tambahkan atribut -t (trace), seperti ping 192.168.1.3 -t
Respon yang diberikan ada 3 macam :
1. reply from....
komputer anda sudah dapat berkomunikasi dengan komputer tujuan anda.

2. request time out....
koneksi jaringan ada masalah dengan komputer tujuan anda.
3. destination unreachable....
koneksi jaringan komputer anda ada masalah.
read more...

PERKEMBANGAN WIRELESS

Telah banyak menjadi pembicaraan saat ini bahwa telah terjadi revolusi dalam perkembangan teknologi informasi. Bahkan dikatakan pada saat ini telah terjadi evolusi teknologi informasi seiring dengan berkembang pesatnya teknologi dan layanan. Hal ini ditunjukkan dengan terus bertambah nya ribuan subscriber baru kedalam jaringan wireless di dunia.
 
SEJARAH
Sejarah perkembangan teknologi jaringan wireless hingga saat ini dibagi menjadi 3 generasi yang masing-masing.
•generasi-1 (1G),
•generasi-2 (2G),
•dan generasi-3 (3G)

GENERASI 1
Generasi-1 dimulai pada akhir tahun1970-an diAmerika(diEropa pada awal tahun1980-an). Advanced Mobile Phone Service (AMPS) pertamakali diperkenalkandi New Jersey dan Chicago pada tahun1978. AMPS merupakan system telepon wireless analog yang, untuk ukuran waktu itu, cukup sukses diAmerika. AMPS berhasil memberikan pelayanan telepon bergerak yang dapat menjangkau sebagian besar daratan Amerika Serikat.

AMPS
efisiensi yang sangat keci lkarena keterbatasan kapasitas spectrum yang menyebabkan hanya sedikit pengguna saja yang dapat berbicara dalam waktu bersamaan. Sistem ini tidak dapat dioptimasi lebih lanjut karena keterbatasan kemampuan kompresi dan coding data. Sistem ini harus mempergunakan perangkat dan peralatan yang berat dan tidak praktis.

MACAM-MACAM TEKNOLOGI G1
Generasi-1 telepon wireless untuk kawasan Eropa ditandai dengan diluncurkannya paling tidak9 standar system analog diawal tahun1980-an, seperti Nordic Mobile Telephony (NMT) di Skandinavia, Total Access Communications System(TACS) diInggris, C450 diJerman, dll.Dimana satu sama lain tidak saling berinterkoneksi. Dengan Banyaknya standar jaringan yang muncul menjadikan kemampuan jelajah dari masing-masing jaringan yang sangat terbatas disamping efisiensi dari system sendiri yang masih sangat kecil.

GENERASI-2
Generasi-2 (2G) telepon wireless dipelopori dari kawasan Eropa yang diawali pada kebutuhan bersama terhadap satu system jaringan baru yang dapat menjadi standar jaringan yang berlaku dan dapat diterapkan diseluruh kawasan Eropa. Dalam system baru juga harus terdapat kemampuan yang dapat mengantisipasi mobilitas pengguna serta kemampuan melayani lebih banyak pengguna untuk menampung penambahan jumlah subscriber baru. Karena hal ini tidak dapat dilakukan dengan mempertahankan system analog, maka kemudian diputuskan untuk merombak system dan menggantinya dengan system digital. Standar baru diperkenalkan dengan nama Global Standard for Mobile Communications (GSM).

SEJARAH GSM
GSM pada awalnya adalah kepanjangan dari Group eSpeciale Mobile, sebuah badan gabungan dari para ahli yang melakukan studi bersama untuk menciptakan standar GSM tersebut. Generasi-2 (2G) diAmerika Serikat ditandai dengan diluncurkannya standar jaringan baru yang juga bersistem digital yang diberi nama Digital AMPS (D-AMPS) (disebutjugaTDMA –Time Division Multiple Access). Sistem digital lainnya yang muncul di Amerika adalah IS-95 atau cdma-One, yang merupakan system digital yang berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) dan diperkenalkan ole hQualcomm pada pertengahan1990-an. Untuk negara-negara dibenua Asia, pertama kali mereka mengadopsi system telepon wireless digital dengan menerapkan teknologi jaringan GSM. Khusus dinegara Jepang, berkembang system Personal Digital Cellular (PDC) yang mereka kembangkan sendiri dan hanya berlaku dinegeri itu.

Sistem telepon wireless/ seluler digital memberikan beberapa kelebihan, yaitu antara lain :
yang dihasilkan menjadi lebih jernih, efisiensi spektrum/ frekuensi yang menjadi meningkat,serta kemampuan optimasi system yang ditunjukkan dengan kemampuan kompresi dan coding data digital. yang diperlukan untuk system ini juga menjadi sangat simpel, kecil, dan ringan, karena digunakannya chip digital untuk SIM (subscriber identification module). chip digital juga memungkinkan penambahan fitur-fitur baru sebagai layanan tambahan, seperti voice mail, call waiting, dan sort message service (SMS). SMS sendiri merupakan fitu rGSM yang paling polule rhingga saat ini.

Hingga bulan September 2001, diketahui penggunaan SMS didunia hingga 23 milyar kiriman pesan SMS per bulan(www.gsmworld.com). SMS sendir imerupakan paket pesan singkat sebesar maksimal 160 byte.

GENERASI-3
Kesepakatan 3G tertuang dalam International Mobile Telecommunications 2000 (IMT 2000) dan antara lain memutuskan bahwa standar 3G akan bercabang menjadi 3 standar system yang akan diberlakukan didunia, yaitu:
Datarates for GSM Evolution(EDGE),-CDMA (WCDMA),dan CDMA 2000.

3 G

Teknologi 3G diperkenalkan pada awalnya adalah untuk tujuan sebagai berikut:
a. menambah efisiensi dan kapasitas jaringan
b. menambah kemampuan jelajah(roaming)
c. untuk mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi
d. peningkatan kualitas layanan(Quality of Service – QOS)
e. mendukung kebutuhan internet bergerak(mobile internet)
read more...